Jumat, 20 Juni 2014

Mencegah Gangguan Mental

   Saat ini banyak orang yang menyalah artikan gangguan kesehatan mental dengan gangguan jiwa. Sebenarnya setiap orang pernah mengalami gangguan kesehatan mental dari segala usia, lapisan masyarakat, sampai tingkat sosial kehidupan. Misalnya seperti mengalami masalah yang sangat rumit dapat menimbulkan stress. Apabila suatu stress masih bisa ditolelir, maka keadaan jiwa masih tetap stabil. Namun apabila berlangsung lama, suatu stress dapat menyebabkan gangguan pada kerja diotak yang memunculkan gangguan jiwa.

Berikut cara pencegahan yang dapat dilakukan:

Pertama, shalat lima waktu. Setiap umat islam diwajibkan untuk shalat lima waktu dalam sehari. Apabila dilakukan dengan hati yang ikhlas shalat dapat merelaksasikan pikiran dan otot-otot yang tegang. Yang bisa mengurangi tingkat stress.

Kedua, berbaik sangka terhadap orang lain. Dengan tetap berpikir baik terhadap orang lain dan tidak saling menggunjing, merendahkan dan menghina orang lain akan membuat kesehatan mental menjadi baik.

Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah swt. Caranya bisa dengan memperbanyak dzikir pada Allah, mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Dan berserah diri kepada-Nya. Karena semua yang dibumi ini adalah miliknya.

Keempat, melupakan kejadian yang kelam. Dengan semua linangan air mata, kecemasan, kesedihan dan kegalauan hati  untuk memulai kehidupan di masa depan yang lebih baik lagi.

Kelima, tidak mengikuti hawa nafsu yang berlebihan. Didalam islam kita dianjurkan untuk mengikuti hawa nafsu dalam berbuat sesuatu. Penyesalan yang timbul akibat perbuatannya dapat berujung pada kesusahan dan kesedihan yang berkepanjangan. Kesedihan yang berkepanjangan ini dapat menimbulkan gangguan emosi yang merupakan potensi untuk timbulnya gangguan kesehatan mental.

Dengan demikian diharapkan kita dapat menetralisir gangguan kesehatan mental yang mucul pada saat mengalami masalah yang rumit :)

Jumat, 11 April 2014

Kesehatan Mental (Tulisan Kedua)

Ketika aku jatuh cinta pada seorang pria. Dimana pria itu adalah sahabatku sendiri. Dia adalah sahabatku di SMA, kita sekelas dikelas XII. Setiap hari ketemu, kecuali hari minggu. Bosen? Ya ga lahhhh, kan lagi kena virus merah jambu. Aku suka dia karena mukanya lucu, humoris, dan rambutnya itu mirip banget kaya gulali enjot hahha~~. Dia sering bilang kalo dikemayoran itu ada balapan babi. Udah serius banget nanggepin omongannya, ehh ternyata bohong doang-__- . Masa pacaran itu rasanya campur-campur gabisa seneng terus dan ga juga galau terus. Peristiwa lucu, kejadian aneh, sampai cemburu-cemburu buta juga dialamin.
Namun, perasaan cinta tak selamanya utuh. Aku tertipu oleh muka polosnya, dia mengakhirinya dengan alasan yang rasional tapi tak nyata, suka bohong maksudnya. Dulu aku mengaggap semua alasannya itu kenyataan dan apa adaya. Makanya pas baru-baru diputusin aku mengalami stress ringan merasa sedih, lemah, letih, lesu, lelah, lunglai sampai turun berat badan. Karena aku sangat kehilangan sosok si gulali enjot itu. Hati dibuat kalang kabut, galau gundah gulana sama dia. Sementara dia malah asik-asikan tertawa bagai setan yang senang melihat orang lain susah.
Sungguh tidak disangka laki-laki yang awalnya sahabat baik, ketika jadi pacar malah jadi srigala berbulu domba. Kenyataan ini memang pahit, tapi inilah hidup. Gamungkin diakhiri kalau Allah masih memberi nyawa. Lagian juga, buat apa buang-buang waktu memikirkan si gulali enjot itu. Hidup ini terlalu indah untuk disesali. (Ya ampunn bahasanya so banget-.-)
Inilah caranya aku bisa bertahan dari galau-galau yang gapenting itu. Aku kuat hadapin semuanya karena masih ada orang tua yang sayang kita apa adanya. Dan aku kembalikan semua masalah ini kepada Allah sang pemilik hati setiap umatnya, karena dibalik masalah ini pasti ada hikmahnya. Aku gabisa meminta si gulali enjot itu tetap jadi pacarku. Karena, tidak selamanya kita mengikuti perasaan. Terkadang rasionalitas itu perlu disaat-saat tertentu. Yang bikin aku sadar banget itu kalau mengingat kata-kata ini “Jangan mencintai seseorang melebihi cintamu kepada Allah”  dan juga pada saat buka surat Al-Baqarah: 216 yang bunyinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak “.
Intinya mengatasi patah hati itu, pasrahkan saja semua kepada Allah. Dan jangan pernah berhenti berdoa untuk meminta jodoh yang sholeh yang terbaik dari Allah untuk mu J




Ditolak cewek, Playboy patah tulang loncat dari lantai 3 indekos

Merdeka.com - Merasa cintanya ditolak, Willie Budiman (23) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari lantai 3 kamar kos di di Tanjung Duren Utara RT06/02, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Sabtu (29/3) siang. Beruntung nyawa pria ini terselamatkan dan hanya mengalami luka patah tulang punggung kiri.

"Dia nekat loncat, diduga karena cintanya ditolak," kata Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren AKP Khoiri, Sabtu (29/3).

Dia menambahkan, selain mengalami patah tulang, korban juga mengalami luka di bagian wajah akibat terkena pecahan kaca jendela. Saat ini, pria yang tercatat sebagai karyawan swasta menjalani perawatan di RS Sumber Waras, Grogol.

Sementara itu, gadis idaman Willie, Yola (23), kepada polisi mengakui jika cinta pria yang dikenal playboy itu ditolaknya. Yola sendiri mengetahui, sebelum mendekati dirinya, Willie baru saja putus dengan pacarnya.

"Korban yang dikenal playboy ini cinta mati sama Yola. Tapi Yola-nya tidak mau," ujar Khoiri.

Sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/ditolak-cewek-playboy-patah-tulang-loncat-dari-lantai-3-indekos.html

Opini:

Untuk Willie seharusnya tidak usah stres sampai mencoba bunuh diri begitu, perempuan kan bukan hanya Yola. Tapi, ini merupakan pelajaran buat Willie yang sering banget ganti-ganti pacar. Baru putus udah mau gandeng yang baru lagi, Makanya jadi cowo jangan playboy, sekalinya ditolak sama cewe jadi patah arang. Udah loncat dari lantai 3 sampai babak belur. Tetap aja cintanya ga diterima kan-..- emang enakkk!. Malah si Yola jadi tambah takut, tindakan Yola yang nolak cinta Willie bener banget deh. Makanya buruan taubat untuk para Playboy, jadikan ini pelajaran berharga. Sekalinya cinta mati sama cewe ingin serius malah ditolak. Untung Willie gajadi meninggal dengan cara konyol.

Rabu, 09 April 2014

Tugas Kedua


STRES
Saat ini banyak orang berbicara menegenai stres. Kita mendengar topik ini sebagai bahan pembicaraan sehari-hari, baik di televisi, radio, media online dan surat kabar. Sayangnya hanya sedikit saja orang yang mengerti konsep stres yang benar. Manager menganggap stres sebagai frustasi atau ketegangan emosi; seorang remaja yang kandas cita-citanya dan para atlit yang gagal berprestai karena ketegangan otot. Secara umum pengertian stres adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh. Kalau ketegangan itu berlebihan sehingga menggangu fungsi alat-alat tubuh tadi, maka keadaan demikian disebut dengan istilah distres. Stres dalam kehidupan tidak dapat dihindarkan. Masalahnya adalah bagaimana manusia hidup dengan stres tanpa harus mengalami distres.
Seorang yang menderita stres, selain terwujud dalam berbagai macam penyakit, dapat pula terungkap melalui ketidak mampuannya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga menderita gangguan kecemasan, depresi dan gangguan psikosomatik. Penderitaan fisik atau psikis menyebabkan orang tak dapat berfungsi secara wajar, tak mampu berprestasi tinggi dan sering menjadi masalah bagi lingkungannya (di rumah, tempat kerja atau lingkungan sosial lainnya), merupakan akibat dari stres yang berkelanjutan.


a.     Arti penting stress
Menurut J.P Chaplin dalam kamus lengkap psikologi mendefinisikan stres sebagai suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun pikologis. Hal senada diungkapkan dalam Atkinson (1983), stress terjadi ketika orang dihadapkan dengan persitiwa yang mereka rasakan sebagai mengancam kesehatan fisik maupun psikologisnya. Keadaan sosial, lingkungan, dan fisikal yang menyebabkan stress dinamakan stressor. Sementara reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stress, atau secara singkat disebut stress.

     Menurut Lazzarus 1999 “stress adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai” (“Stress is the anxious or threatening feeling that comes when we interpret or appraise a situation as being more than our psychological resources can adequately handle”).


b.    Tipe-tipe stres psikologis

Frustasi
Frustasi muncul karena adanya kegagalan saat ingin mencapai suatu hal/tujuan. Misalnya seseorang mengalami kegagalan dalam pekerjaan yang mengakibatkan orang tersebut harus turun jabatan. Orang yang memiliki tujuan tersebut mendapat beberapa rintangan/hambatan yang tidak mampu ia lalui sehingga ia mengalami kegagalan atau frustasi. Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, krisis ekonomi, pengangguran, perselingkuhan, dan lain-lain.
Konflik
Konflik ditimbulkan karena ketidakmampuan memilih dua atau lebih macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan. Saat seseorang dihadapkan dalam situasi yang berat untuk dipilih, orang tersebut akan mengalami konflik dalam dirinya. Bentuk konflik digolongkan menjadi tiga bagian, approach-approach conflict, avoidant-avoidant conflict, approach-avoidant conflict
  • approach-approach conflict adalah suatu konflik antara dua tujuan yang positif , tujuan-tujuan secraa bersama itu mempunyai daya tarik yang sama. Misalnya: suatu konflik psikologis muncul ketika seseorang lapar dan ngantuk pada saat yang sama.
  • avoidant-avoidant conflict adalah konflik yang melibatkan dua tujuan negatif, dan ini suatu pengalaman yang biasa. Misalnya: seorang siswa harus belajar untuk dua hari berikutnya untuk satu ujian atau mendapatkan kegagalan.
  • approach-avoidant conflict adalah konflik yang paling sulit dipecahkan. Dalam jenis konflik  ini, seseorang tertarik dan menolak objek tujuan yang sama. Karena valensi positif dari tujuan ini, orang mendekatinya; tetapi jika didekati, valensi negatifnya semakin kuat. Jika, pada satu titik mendekati tujuan, aspek-aspek yang menghambat menjadi lebih kuat daripada aspek-aspek positif, orang akan menghentikan usahanya sebelum mencapai tujuan. Karena tujuan tidak tercapai individu bias menjadi frustasi.

Tekanan
Tekanan timbul dari tuntutan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu, misalnya cita-cita atau norma yang terlalu tinggi sehingga menimbulkan tekanan dalam diri seseorang. Tekanan juga berasal dari luar diri individu, misalnya seorang teman yang memaksa kita agar memberi contekan disaat ujian berlangsung.
Kecemasan
Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti “khawatir”, “prihatin”, “tegang”, dan “takut” yang dialami oleh semua manusia tetapi dengan kadar dan tingkatan yang berbeda-beda. Misalnya seorang anak yang sering dimarahi ibunya, anak tersebut akan merasakan kecemasan yang cukup tinggi jika ia melakukan hal yang akan membuat ibunya marah padahal ibu si anak tersebut belum tentu marah padanya.


c.      Symptom-reducing respons terhadap stres
- Mekanisme Pertahanan Diri -
Ø  Indentifikasi
Indentifikasi dapat didefinisikan sebagai metode yang digunakan orang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri. Misalnya seorang anak perempuan yang menganggap ibunya memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara yang halus, suka berdandan dan sebagainya, maka anak perempuan tersebut akan meniru dan berperilaku seperti ibunya.
Ø  Kompensasi
Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang lain. Misalnya Riza memiliki nilai yang buruk dalam pelajaran Fisika, namun prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.
Ø  Pembentukan Reaksi/ Reaction Formation
Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. Misalnya seorang ibu yang membenci anaknya karena kehadiran anak tadi tidak diinginkan sehingga ibu tadi ingin membunuh anaknya, namun sang ibu malah bertindak sebaliknya, ia sangat menyayangi anaknya.
Ø  Sublimasi
Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya korupsi adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh norma-norma masyarakta atau agama. Agar tidak dianggap sebagai koruptor wawan mengamalkan sebagian hasil korupsinya untuk membantu anak yatim piatu.
Ø  Proyeksi
Proyeksi adalah proses pertahanan yang secara langsung tidak disadari dan dimana individu yang bersangkutan itu tidak mau menyadari/mengakui. Misalnya Tito membenci Toni, namun karena toni adalah kaka kandungnya, maka Tito mengatakan bahwa Toni yang membenci dia.
Ø  Introyeksi
Introyeksi adalah memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. Misalnya seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut ke dalam pribadinya.
Ø  Reaksi Konversi
Secara singkat mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan gejala fisik. Misalnya belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang anak wajahnya menjadi pucat berkeringat.
Ø  Represi
Represi adalah konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang mahasiswa bertemu dengan wanita cantik, putih dan seksi. Namun setelah disadari ternyata wanita cantik itu adalah dosennya yang telah bersuami. Sehingga gairahnya tadi ditekan kea lam tidak sadar.
Ø  Supresi
Supresi yaitu menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata “Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi.” 
Ø  Regresi
Regresi adalah mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang digosipkan selingkuh karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.
Ø  Fantasi
Fantasi adalah kemampuan mental untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayanagan baru. (Walgito, 2004:139). Misalnya seorang wanita yang tidak memiliki uang untuk pergi ke paris ia melamunkan berbagai fantasi dirinya seolah-olah sedang berada di paris.
Ø  Negativisme
Negativisme adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan dengan perilaku tidak terpuji. Misalnya seorang teman yang mengajak Rika mencuri, namun Rika menolaknya.
Ø  Sikap Mengritik Orang Lain
Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif. Misalnya seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.



d.    Pendekatan problem solving terhadap stress
Problem Solving
Kita mengalahkan stress dengan cara menyelesaikan problem stressor (hal yang membuat stress itu). Misalnya, kita stress karena menderita suatu penyakit, maka kita menyelesaikan masalah dengan berobat sehingga penyakit kita bisa sembuh. Atau bisa juga dengan mengusahakan agar kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang terjadi (bila situasinya sendiri tidak bisa dirubah).
_Meningkatkan Toleransi Stress_
Mengarahkan diri pada kegiatan yang posotif, bisa secara psikis maupun fisik, misalnya secara psikis: menyadari bahwa didalam kehidupan semua orang pernah mengalami stress, walaupun dalam bentuk dan tingkat yang berbeda-beda. Secara fisik: berolahraga dipagi hari, membaca komik lucu atau menonton hiburan di Tv, melakukan wisata alam, mengkonsumsi makanan yang bisa meralaksasi seperti coklat.

Menghilangkan stress mekanisme pertahanan dan penanganan yang berfokus pada masalah. Menurut Lazurus dan Folkman penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
  • problem focused coping (Coping yang berfokus pada masalah) adalah istilah Lazurus untuk strategi kognitif untuk penanganan dtress atau coping yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
  • problem focused coping (Coping yang berfokus pada emosi) adalah isitlah Lazurus untuk strategi penanganan stress diaman individu memberikan respon terhadad situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan menggunakan penialaian defensif.



Hubungan Interpersonal
Menurut Pearson (1983) manusia adalah makhluk sosial, artinya sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menjalin hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi serta berusaha mempertahankan interaksi tersebut. Kita melakukan hubungan interpersonal ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungan interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ketika akan menjalin hubungan interpersonal, akan terdapat suatu proses dan biasanya dimulai dengan interpersonal attraction.

a.     Model-model hubungan interpersonal
·         Model pertukaran sosial (social exchange model).
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya). 

·         Model peranan (role model).Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.

·         Model permainan (games people play model).
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
a)            Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan
perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
b)            Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi
secara rasional).
c)            Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman
kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).

·         Model Interaksional (interacsional model).
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem . Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.


b.    Pembentukan kesan dan ketertarikan interpersonal
Memulai suatu hubungan. Dalam memulai suatu relasi, individu satu dengan yang lain biasanya melalui proses berikut:

Pembentukan Kesan : Kesan muncul dalam waktu singkat, biasanya hanya merupakan hasil pengamatan indera semata (misal: kontak mata), merupakan penilaian singkat yang disesuaikan dengan harapan subjektif, serta hanya menyimpan sedikit informasi tentang objek pengamatan tersebut. Objek kesan antara lain: jenis kelamin, usia, ras, daya tarik fisik, cara berpakaian. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesan:

a.         Terbatasnya informasi

b.         Kesamaan (asumsi kesamaan), membandingkan objek dengan diri kita.

c.         Isyarat yang keliru, seperti: perempuan yang ramah pasti mau diajak kencan.
d.     Stereotipe, merupakan keyakinan umum, seperti: rambut gondrong pasti anak berandal; profesor  biasanya berkepala botak.
e.         Kesalahan logis, seperti: orang yang mudah menarik perhatian biasanya cerdas dan intelek atau orang sukses dan sebaliknya.
f.        Hallo effect dan devil effect, rasa suka atau tidak suka akan mempengaruhi penilaian kita terhadap perilaku orang lain.

Ketertarikan Interpersonal: Individu mulai tertarik pada individu lain karena beberapa faktor berikut:

a.       Kedekatan fisik (physical proximity), misal: satu fakultas, tetangga dekat.

b.      Kesamaan diri, contoh: punya kesamaan prinsip, sikap, atau latar sosial budaya.

c.       Saling menyukai (mutual liking). Penelitian Aronson (1980) yang terkait:

            •Kita akan menyukai orang yang menyukai kita

            •Orang akan menyukai kita apabila kita menyukainya

•Kita lebih menyukai seseorang yang rasa sukanya mulai muncul atau bertambah kepada kita, daripada dengan orang yang telah dari dulu menyukai kita.

d.      Ketertarikan fisik, biasanya tergantung pada standar individu, jenis kelamin, dan budaya.

            • Laki-laki menyukai perempuan karena daya tarik seksualnya.

            • Perempuan menyukai laki-laki karena kepribadiannya atau kecakapannya.



c.      Intimasi dan hubungan pribadi

Intimasi ( kelekatan atau keakraban ) atau sering disebut juga sebagai   proximity, propinquity.

Orang yang mempunyai kesempatan paling sering kita jumpai adalah orang yang sangat mungkin menjadi sahabat kita atau kita cintai ( Berscheid & Reis, 1998 ). Semakin sering kita melihat dan berinteraksi dengan seseorang, semakin besar kemungkinan orang itu menjadi sahabat kita.
          Festinger dkk (1950) menunjukkan bahwa ketertarikan dan kedekatan hubungan tidak hanya tergantung pada fisik yang nyata, melainkan juga karena jarak fungsional. Jarak fungsional menunjuk pada aspek desain arsitektur yang memungkinkan beberapa orang bertemu lebih sering.
          Efek keakraban terjadi karena familiaritas. Semakin sering kita mengalami eksposur suatu stimulus, semakin besar kecenderungan kita untuk menyukainya.

Hubungan Pribadi

Ada dua hal yang mengawali suatu hubungan pribadi, yaitu kondisi suka dan cinta. Hal ini berbeda menurut beberapa ahli psikologi seperti Rubin, menurutnya :
- Kesukaan lebih didasarkan pada afeksi dan respek. Hal ini dikaitkan dengan kesepakatan tentang kualitas positif seorang teman dan kebutuhan untuk menjadi sama dengan teman tersebut.
-  Kecintaan  bersandar pada keintiman, kelekatan dan peduli terhadap kesejahteraan pihak lain.
Berawal dari hal – hal tersebut, terbentuklah suatu hubungan seperti relasi sosial dan pasangan hidup. Baik relasi jangka pendek maupun jangka panjang.





Referensi:

Basuki, A.M. Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Supratiknya, A. (1978). Psikologi Kepribadian. Yogyakarta : Kanisius.
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Handout Psikologi Sosial II : Ketertarikan Interpersonal/MM. Nilam Widyarini

Minggu, 16 Maret 2014

Kesehatan Mental

a. Orientasi kesehatan mental
§  Orientasi Klasik
Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai keluhan tertentu seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasaan tidak berguna yang semuanya menimbulkan perasaan sakit atau rasa tidak sehat, serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari – hari. Orientasi ini banyak dianut di lingkungan kedokteran. (Rochman, Kholil Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press)
Pada orientasi klasik ini, kesehatan mental hanya menunjuk kepada individu yang tidak memiliki keluhan tertentu secara mental yang dapat menimbulkan perasaan sakit bahkan sampai kepada mengganggu segala aktivitas keseharian yang dilakukan individu tersebut.
§  Orientasi Penyesuain Diri
Seseorang dianggap sehat mental bila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang – orang lain serta lingkungan sekitarnya. (Rochman, Kholil Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press)
Pada orientasi penyesuaian diri ini, ukuran individu yang dikategorikan sehat secara mental apabila individu tersebut dapat menyesuaikan diri dengan segala tantangan dan tuntutan dari lingkungan dan sekitarnya. Dari penyesuaian diri tersebut, kemudian individu dapat mengembangkan diri yang sesuai dengan tantangan dan tuntutan yang menghadang.
§  Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dianggap mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan sehingga ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. (Rochman, Kholil Lur. 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: STAIN Press)
Pada orientasi pengembangan potensi ini, ukuran individu yang dikategorikan sehat secara mental, dapat mencapai proses kedewasaan dimana individu tersebut dapat menghargai diri sendiri dan dihargai orang lain melalui pengembangan potensi, minat dan bakat yang ada didalam dirinya.



b.      Konsep Sehat

Setiap manusia pasti menginginkan sehat, namun tidak semua orang mengetahui bagamaimana gaya hidup bahkan pola hidup sehat, lalu apa Apa itu Hidup Sehat? secara universal sehat itu adalah seseorang yang hidup dengan pola hidup dan berasumsi makanan yang empat sehat lima sempurna.
·        Konsep sehat adalah konsep yang timbul dari diri kita sendiri secara sadar mengenai berbagai upaya untuk mendapatkan status sehat bagi tubuh kita. Pemahaman konsep sehat ini juga bisa diartikan sebagai keseimbangan, keserasian, keharmonisan antara faktor pikir (akal), jiwa (mental/spiritual), dan raga (fisik, lahiriah).
Konsep sehat itu sendiri yang lebih banyak ditemui konsep tentang sakit, ini membuat pemahaman tentang sehat mengalami kerancuan dalam batasan kesehatan sebagai pegangan suatu derajat yang harus dicapai seseorang. Ada perbedaan antara model kesehatan Barat dan Kesehatan Timur. Model kesehatan Barat lebih memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan model kesehatan Timur lebih bersifat holistik, yaitu melihat sehat lebih secara menyeluruh saling berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit.
·         World Health Organization (WHO) mendefinisikan sehat sebagai kondisi manusia yang tidak saja sehat secara fisik melainkan juga sehat secara psikologis dan sosial. Selain itu, juga sehat secara spiritual (rohani) atau agama, jadi terdapat empat dimensi sehat, yakni bio-psiko-sosio-spiritual.
Sehat dapat dikatakan, sutatu kondisi normal (baik) secara fisik, emosi (EQ), intelektual (IQ), spritual (SQ) dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, berikut pemahamannya:
1.        Fisik
Dapat dikatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun.

2.        Emosi
Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan.

3.        Intelektual
Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan

4.        Spiritual
Sementara orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional.

5.        Sosial
Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama.

c.       Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
           
Penyakit mental sama usianya dengan manusia. Meskipun secara mental belum maju, nenek moyang homo sapiens mengalami gangguan-gangguan mental juga. Mereka dan keturunan mereka sangat takut akan predator. Mereka menderita berbagai kecelakaan dan demam yang merusak mental mereka, dan mereka juga merusak mental orang-orang lain dalam perkelahian-perkelahian. Sejak itu manusia dengan rasa putus asa selalu berusaha menjelaskan penyakit mental, mengatasinya, dan memulihkan kesehatan mental. Mula-mula penjelasannya sederhana, ia menghubungkan kekalutan-kekalutan mental dengan gejala-gejala alam, pengaruh buruk orang lain, atau roh-roh jahat. Beberapa tokoh yang berpendapat mengenai kesehatan mental:
1.             Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit
mental)
2.             Hypocrates (bahwa penyakit otak adalah penyebab penyakit mental)
3.       Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik atau sebagian dari dewa-dewa)

Lalu pada zaman abad pertengahan gangguan mental pada zaman ini digunakan sebagai perawatan dengan cara menggunakan jimat-jimat, ritual-ritual, dan juga mantra-mantra.

Sedangkan pada zaman ranaisans para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran, dan juga filsafat di Negara Eropa mulai menyangkal bahwa gangguan mental adalah dunia tahayul.

Kemudian pada era pra ilmiah ada 2 kepercayaan diri, yaitu yang pertama adalah kepercayaan animisme, pada kepercayaan ini orang-orang Yunani kuno percaya bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jauh jiwanya. Kepercayaan yang ke dua adalah naturalisme, pada kepercayaan ini Hipocrates (460-367) menolakpengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab penyakit seseorang. Seorang dokter di Prancis mengunakan filsafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental tersebut, dan terbukti tidak sedikit dari penderita gangguan mental tidak lagi menyakiti dirinya sendiri.

Dan pada akhirnya di era modern, pada era ini Rush melakukan sesuatu usaha yang sangat berguna untuk memahami seseorang yang menderita gangguan mental melalui penulisan di artikel-artikel. Rush juga mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan atau motivasi untuk reaksi, bekerja dan mencari kesenangan.pada tahun 1909 munculah gerakan hygiene secara formal, dan seiring dengan berkembangannya zaman munculah beberapa organisasi mental hygiene terus bertambah.



Teori Kepribadian Sehat Menurut Para Tokoh
A.    Aliran Psikoanalisa

Disaat membaca buku kepribadian aliran psikoanalisa langsung terlintas nama Sigmund Freud. Iyaa, memang benar kalau psikoanalisa terkenal oleh tokoh Sigmund Freud. Sigmund Freud lahir di Moravia, 6 Mei 1856 dan wafat di London, 23 September 1939. Beliau  disebut sebagai bapak psikoanalisa. Dalam teori psikoanalisanya Freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu, kepribadian tersusuan dari 3 sistem pokok, yaitu:
a.)    Id 
Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dimana id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak lahir dan merupakan reservoir energi psikis. Id berhubungan erat dengan proses-proses jasmaniah dari mana id mendapatkan energinya. Id memiliki dua proses yaitu tindakan refleks dan proses primer. Tindakan refleks adalah reaksi-reaksi otomatik seperti bersin dan berkedip. Sedangkan proses primer yang menghentikan tegangan dengan membentuk khayalan tentang objek yang dapat menghilangkan tegangan tersebut. Contoh menyediakan khayalan makanan kepada orang yang lapar.
b.)   Ego
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id hanya mengenal kenyataan subjektif-jiwa, sedangkan ego membedakan antara hal-hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego disebut sebagai eksekutif kepribadian, karena ego mengontrol pintu-pintu ke arah tindakan , memilih segi-segi lingkungan ke mana ia akan memberikan respon dan memutuskan insting manakah yang akan dipuaskan.
c.)    Superego 
Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat. Superego juga mencerminkan yang ideal dan bukan yang real; memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. superego disebut sebagai wasit tingkah laku yang diinternalisasikan berkembang dengan memberikan respon terhadap hadiah-hadiah dan hukuman-hukuman yang diberikan.
Teori analisa Freud juga menilai kepribadian pribadi motif tidak sadar pada perilaku individu. Pada bagian ketidaksadaran inilah Freud berusaha meneliti dengan menggunakan teknik asosiasi bebas yang menghendaki individu mengutarakan hal-hal yang muncul dalam kesadarannya maupun hal-hal yang dapat membuat malu atau tidak berarti. Dengan menggunakan teknik asosiasi bebas Freud mencoba membantu pasiennya menyadari hal-hal yang tidak disadari dan cara demikian pun dapat membantu menemukan faktor utama penentu kepribadian individu.

Menurut Freud fase-fase perkembangan individu didorong oleh energi psikis yang disebut libido. Libido insting kehidupan yang bersifat seksual yang ada sejak manusia lahir. Ada 6 fase yang membagi perkembangan manusia menurut Freud:

a.       Fase oral (0-1 tahun) : Disini anak mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dengan
berorientasi pada mulut. Kontak sosial lebih bersifat fisik seperti menyusui. Peran sosial biasanya dipegang oleh ibu.

b.      Fase anal (1–3 tahun) : Pada fase ini kenikmatan berpusat didaerah anus, seperti saat
buang air besar. Inilah saat untuk mengajarkan disiplin pada anak.

c.       Fase falik (3–5 tahun) : Pusat kepuasan pada fase ini adalah alat kelamin. Anak mulai
tertarik pada perbedaan anatomis laki-laki dan perempuan, dan biasanya difigurkan oleh ayah dan ibu. Pada anak laki-laki terjadi Oedipus Kompleks atau gairah seksual.

d.  Peride laten (5–12 tahun) : Meupakan masa tenang dimana anak mulaimengembangkan kemampuan motorik dan kognitifnya. Anak mulai mencoba menekan rasa takut dan cemas. Anak mulai mencari figur ideal saat ia dewasa, homoseksual alami mulai bisa terlihat pada masa ini.

e.       Fase genital ( > 12 tahun ) : Tahap kematangan pada alat reproduksi, pusat kepuasaan berada di daerah kelamin. Disini libido mulai diarahkan untuk hubungan heteroseksual. Dan mulai merasakan cinta kepada lawan jenis

B.     Aliran Humanistik

Abraham Maslow dilahirkan 1 April 1908 di Brooklyn, New York, dan wafat pada 8 juni 1970 dalam usia 62 tahun di California. Maslow dibesarkan dalam keluarga yahudi dan merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Masa muda Maslow berjalan dengan tidak menyenangkan karena hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya. Semasa anak-anak dan remaja Maslow merasa dirinya amat menderita dengan perlakuan orangtuanya, terutama ibunya.
Keluarga Maslow amat berharap ia dapat meraih sukses melalui dunia pendidikan. Untuk menyenangkan kemauan ayahnya, Maslow sempat belajar di bidang hukum tapi gagal. Ia akhirnya mengambil bidang studi psikologi di University of Wisconsin, dan memperoleh gelar bachelor pada 1930, master pada 1931, dan Ph.D pada 1934.

Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang bermulai di Amerika serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Menurut psikologi humanistik manusia adalah makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1.      Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi
sepenuhnya.
2.      Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak
berbahaya.
3.      Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4.      Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5.      Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar
orang.
            6.   Memikul tanggung jawab.
            7.   Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
            8.   Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk
  menghentikannya.

Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan) yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Kebutuhan fisiologis (the physiological needs) adalah kebutuhan yang jelas terhadap
makanan, air, udara, tidur, dan seks. Pemuasan terhadap kebutuhan-kebutuhan itu sangat penting untuk kelangsungan hidup.
2.      Kebutuhan akan rasa aman (the safety needs) adalah kebutuhan yang mencakup
kebutuhan untuk dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik.
3.      Kebutuhan untuk dicintai dan memiliki (the loved and belongingness needs) adalah
kebutuhan setiap orang untuk menjadi anggota kelompok sosial, ingin mempunyai teman, dan kekasih.
4.      Kebutuhan untuk dihargai (the self-esteem needs) dibagi menjadi dua yaitu; internal
dan eksternal. Faktor internal seperti harga diri, kepercayaan diri, otonomi dan kompetensi. Faktor eksternal seperti kebutuhan untuk dikenali, diakui dan status.
5.      Kebutuhan untuk aktualisasi diri (the self-actualization needs) adalah kebutuhan untuk
melalukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dirasakan dimiliki. Kebutuhan untuk dapat merealisasikan potensinya secara penuh.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut  dikatakan berhirarki karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih  rendah sudah terpenuhi.

A.    Pendapat Erich Fromm
Erich fromm lahir 23 maret 1900 di Frankfurt, Jerman dan wafat pada 18 maret 1980 usia 79 tahun di Switzerland. Menurut Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial. Masyarakat sangat penting peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang merupakan hasil dari proses sosial di dalam masyarakat. Masyarakat yang menjadikan seseorang berkepribadian sehat adalah masyarakat yang hubungan sosialnya sangat manusiawi.
Menurut Fromm, ada lima watak sosial di dalam masyarakat yaitu:
1) Penerimaan (receptive)
2) Penimbunan (hoarding)
3) Penjualan/pemasaran (marketing)
4) Penghisapan/pemerasan (exploitative)
5) Produktif (productive)
Dari kelima watak sosial ini yang benar-benar tepat dan sehat hanyalah watak produktif karena watak produktif didorong oleh cinta dan akal budi dan dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan pribadi dan masyarakat.
Masyarakat yang baik itu perlu ditopang dengan cinta. Oleh karena itu, Fromm menyebutkan 5 tipe yang berbeda tentang cinta, yaitu:
1) Cinta persaudaraan
2) Cinta keibuan
3) Cinta erotik
4) Cinta diri
5) Cinta ilahi

Menurut Fromm, cinta sangat penting untuk membangun dunia yang lebih baik sebab yang dicari setiap orang di dalam masyarakat bukan penderitaan.
Jadi menurut Fromm, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu hidup dalam masyarakat sosial yang ditandai dengan hubungan-hubungan yang manusiawi, diwarnai oleh solidaritas penuh cinta dan tidak saling merusak atau menyingkirkan satu dengan lainnya. Tujuan hidup seorang pribadi adalah keberadaan dirinya itu sendiri dan bukan pada apa yang dimiliki, pada apa kegunaannya atau fungsinya (A man whose goal in life is being, not having and using). Dengan demikian, menurut Fromm, orang yang berkepribadian sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.)    mampu mengembangkan hidupnya sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat,
b.)    mampu mencintai dan dicintai,
c.)    mampu mempercayai dan dipercayai tanpa memanipulasi kepercayaan itu,
d.)   mampu hidup bersolidaritas dengan orang lain tanpa syarat,
e.)    mampu menjaga jarak antar dirinya dengan masyarakat tanpa merusaknya
f.)     memiliki watak sosial yang produktif


Apa Penyesuaian Diri itu?
Penyesuaian diri merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Atas dasar pengertian tersebut  dapat diberikan batasan bahwa kemampuan manusia sanggup untuk membuat hubungan-hubungan yang menyenangkan antara manusia dengan lingkungannya.


Dalam kehidupan sehari-hari, Penyesuaian diri merupakan salah satu persyaratan penting bagi terciptanya kesehatan jiwa/mental individu. Banyak individu  yang menderita dan tidak mampu mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, karena ketidak-mampuannya dalam menyesuaikan diri, baik dengan kehidupan keluarga, sekolah, pekerjaan dan dalam masyarakat pada umumnya. Tidak jarang pula ditemui bahwa orang-orang mengalami stres dan depresi disebabkan oleh kegagalan mereka untuk melakukan penyesaian diri dengan kondisi yang penuh tekanan.


Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai berikut :
Ø  Penyesuaian berarti adaptasi; dapat mempertahankan eksistensinya, atau bisa  survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial.
Ø    Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip.
Ø  Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan dan frustasi-frustasi secara efisien. Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang adekkuatt/ memnuhi syarat.
Ø  Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positifn memiliki respon emosional yang tepat pada setiap situasi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungan.




Referensi:
Basuki, A.M. Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Supratiknya, A. (1978). Psikologi Kepribadian. Yogyakarta : Kanisius.
Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Psikologi Umum 2. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Munandar, Sunyoto Ashar. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : Universitas Indonesia.
Id.m.wikipedia.org/wiki/Abraham_maslow
http://rumusbelajar.blogspot.com/2012/12/pengertian-penyesuaian-diri.html
books.google.co.id/books?id=x02WtN7qAEMC&pg=PA103&lpg=PA103&dq=5+watak+sosial+menurut+fromm&source=bl&ots=3r0P04QNNr&sig=Gl32mRNmNeF7GOqioIX6sluAjyo&
http://www.gunadarma.ac.id